kewirausahaan olahan sagu
proposal kewirausahaan kebab dan lanta sagu merupakan makan yang sangat enak dan campuran makan timur tengah dan pangan lokal
jam
Sabtu, 16 Januari 2016
Rabu, 24 Desember 2014
kewirausahaan Universitas Halu Oleo Kendari
PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
JUDUL PROGRAM
“Lanta dan Kebab Sagu” Innovation Food Combined Timur Tengah dan Pangan Lokal Khas
Sulawesi Tenggara Sebagai Upaya Peningkatan Processing
Industry Tanaman Sagu
BIDANG KEGIATAN:
PKM KEWIRAUSAHAAN
Diusulkan oleh:
La
Ode Abdul Asis Hasidu
|
(D1A112050/
2012)
|
Yuyun
Afrianto
|
(C1B112018/
2012)
|
Erna
|
(D1A113008/
2013)
|
Ahmad
Saltin
|
(I1A212004/
2012)
|
La
Ode Muhammad Arjuna Ruslan
|
(D1A112031/
2012)
|
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2014
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL....................................................................................... i
HALAMAN PENGESAHAN............................................................................ ii
DAFTAR ISI....................................................................................................... iii
RINGKASAN..................................................................................................... iv
BAB 1. PENDAHULUAN................................................................................
1.1 Latar
Belakang...................................................................................... 1
1.2 Rumusan
Masalah................................................................................. 2
1.3 Tujuan................................................................................................... 2
1.4 Luaran
yang Diharapkan....................................................................... 2
1.5 Manfaat................................................................................................. 2
BAB 2. GAMBARAN UMUM
RENCANA USAHA.....................................
2.1 Gambaran
Kondisi Lingkungan............................................................ 3
2.2 Potensi
Sumber Daya dan Peluang....................................................... 3
2.3 Analisis
Kelayakan Usaha.................................................................... 6
BAB 3. METODE
PELAKSANAAN............................................................... 8
BAB 4. BIAYA DAN JADWAL
KEGIATAN................................................
4.1 Anggaran Biaya..................................................................................... 10
4.2
Jadwal Kegiatan.................................................................................... 10
LAMPIRAN
RINGKASAN
Sagu (Metroxylon sagu Rottb.) merupakan tanaman yang tumbuh secara
alami di daerah dataran rendah atau rawa dengan sumber air yang melimpah. Sagu telah lama menjadi sumber utama karbohidrat
masyarakat di beberapa wilayah nusantara termasuk di daerah Sulawesi tenggara. Produksi sagu di daerah Sulawesi tenggara
memang cukup berlimpah, namun produksi sagu tidak disertai dengan perkembangan
industri pengolahan sagu baik skala besar, menengah maupun skala kecil, di sisi
lain selera masyarakat akan makanan yang berbahan dasar sagu cukup tinggi. Sagu sangat baik untuk kesehatan karena
rendah kalori serta dapat dijadikan sebagai makanan pengganti beras. Selain itu sagu juga dapat diolah menjadi
berbagai macam produk, baik produk makan dan minuman maupun produk non food. Melihat tingginya nilai manfaat sagu serta
masih rendahnya kompetitor sejenis, dapat membuka peluang usaha baik skala
kecil maupun menengah untuk memperoleh profit yang cukup besar. Salah satu usaha yang dapat menghasilkan
profit dengan melihat peluang akan sumberdaya tanaman sagu, yaitu usaha makanan
lanta dan kebab sagu.
Lanta
merupakan makanan tradisional khas Suku Muna sedangkan, kebab sagu merupakan
inovasi kombinasi makan timur tengah dengan pangan khas Suku Muna. Teknik pembuatan lanta dan kebab sagu tidak
jauh berbeda. Sagu yang telah direndam
dan disaring kemudian dicampurkan dengan parutan kelapa. Setelah itu campuran
sagu disangrai berbentuk lingkaran dan diisi dengan gula merah atau berbagai
macam sayuran, naget, saus, dan telur dadar. Sistem manajemen produksi dan
pemasaran dilakukan secara teratur dengan pencatatan atau rekapitulasi dana
yang baik. Pemasaran dilakukan secara
langsung dan secara online (sistem pesan antar). Diharapkan dengan kombinasi
sistem pemasaran seperti ini mampu meningkatkan profit usaha makanan lanta dan
kebab sagu.
Kami
berharap dengan manajemen pemasaran yang berorientasi pasar dan didukung dengan
kualitas produk membuat usaha ini dapat lebih cepat berkembang dan menjadi
industri kuliner yang lebih besar.
Kata kunci : Sagu, Industri pengolahan, Lanta dan Kebab Sagu.
1.1 Latar Belakang
Sagu (Metroxylon sagu Rottb.) merupakan
tanaman asli Asia Tenggara. Penyebarannya meliputi Melanesia Barat sampai India
Timur dan dari Mindanao Utara sampai Pulau Jawa dan Nusa Tenggara bagian
selatan (Jermia, 2007). Tanaman sagu tumbuh secara alami terutama di daerah
dataran rendah atau rawa dengan sumber air yang melimpah. Sagu telah lama menjadi sumber utama
karbohidrat masyarakat di beberapa wilayah nusantara termasuk di daerah
Sulawesi tenggara. Apabila indstri
pengolahan sagu dapat di kembangkan dengan baik, komoditas ini dapat mengurangi
masalah ketahanan pangan nasional (Widjono, 2007). Setiap tahunnya, jumlah produksi sagu di
Sulawesi tenggara semakin meningkat seiring dengan semakin banyaknya masyarakat
yang menyukai sagu, untuk dijadikan sebagai makanan pengganti beras atau
dijadikan sebagai bahan makanan ringan dan cemilan. Salah satu olahan sagu yang dijadikan sebagai
makanan pokok masyarakat suku tolaki adalah sinonggi. Produksi sagu di daerah
Sulawesi Tenggara memang cukup berlimpah, namun industri pengolahan sagu baik
industri skala besar, skala menengah, maupun skala kecil masih sangat jurang. Hal ini mengakibatkan banyaknya hasil produksi
sagu yang tidak diolah sehingga terbuang sia-sia, serta mengakibatkan rendahnya
harga sagu dipasaran. Sagu yang
seharusnya dapat diolah dengan berbagai jenis produk, kini hanya dikenal
sebagai makanan pengganti beras yang diolah sebagai sinonggi. Rendahnya jumlah industri pengolahan sagu di
daerah Sulawesi Tenggara diakibatkan oleh ketergantungan masyarakat akan produk
olahan makanan luar, rendahnya kreativitas masyarakat, posisi tawar pengusaha
industri olahan menengah (UMKM) yang masih sangat rendah, serta kurangnya modal
usaha.
Tingginya
produksi sagu di Sulawesi tenggara, dan masih jarangnya makanan cemilan yang
terbuat dari sagu, disertai dengan tingginya permintaan dan selera masyarakat,
membuka peluang untuk dapat mengembangkan usaha makanan yang terbuat dari sagu.
Besarnya peluang tersebut membuka
peluang usaha usaha baik skala kecil maupun menengah bahkan industri pengolahan
sagu skala besar, salah satunya usaha kedai sagu. Kedai sagu merupakan salah satu usaha kuliner
yang menyediakan berbagai makanan dan minuman sagu seperti Lanta Sagu dan Kebab
Sagu yang merupakan inovasi makan kombinasi timur tengah dan pangan khas Suku
Muna.
1.2 Rumusan Masalah
a. Bagaimanakah
model usaha dan strategi pemasaran makanan lanta dan kebab sagu yang merupakan
kombinasi makanan timur tengah dan pangan khas lokal Sulawesi Tenggara?
b. Apakah
usaha ini layak dan mampu meningkatkan kemampuan finansial mahasiswa dan
masyarakat?
c. Apakah
usaha ini dapat berkembang, baik segi kuantitas maupun kualitas serta mampu
memberikan profit secara berkelanjutan?
1.3 Tujuan
Tujuan dari kegiatan ini yaitu:
a. Untuk mengetahui model usaha
dan strategi pemasaran makanan lanta dan kebab sagu yang merupakan kombinasi
makanan timur tengah dan pangan khas lokal Sulawesi Tenggara.
b. Untuk
mengetahui kelayakan usaha dan untuk meningkatkan kemampuan finansial mahasiswa
dan masyarakat.
c.
Untuk mengetahui perkembangan usaha baik
kualitas, kuantitas usaha serta untuk memberikan profit secara berkelanjutan.
1.4 Luaran yang Diharapkan
Luaran yang diharapkan dari kegiatan ini
yaitu:
a.
Produk
makanan lanta dan kebab sagu yang merupakan inovasi makanan hasil kombinasi
makanan timur tengah dan pangan lokal Sulawesi Tenggara.
b.
Terciptanya jiwa kewirausahaan dalam
mengembangkan usaha produk pangan lokal.
c.
Meningkatkan kemandirian mahasiswa dalam
berwirausaha sehingga mampu mengatasi masalah ekonomi dalam bentuk pemenuhan
kebutuhan pangan dan kebutuhan lainnya.
d.
Mengembangkan
kreativitas dan dan kemampuan mahasiswa sebagai modal persaingan global.
1.5 Manfaat
Manfaat
yang diberikan dari kegiatan ini yaitu meningkatkan pemanfaatan sumberdaya
hayati, mahasiswa dapat mengembangkan ide dan kreativitasnya dalam orientasi
kewirausahaan serta pengembangan pangan khas lokal, memberikan pengetahuan
kepada masyarakat tentang pembangunan industri pengolahan sagu serta meningkatkan
kerjasama dalam tim untuk penyelesaian kegiatan ini.
2.1 Gambaran Kondisi Lingkung
Indonesia
merupakan Negara maritim dimana sebagian besar penduduknya berprovesi sebagai
petani, maka sebagian besar pendapatan Negara beasal dari hasil pertanian. Besarnya potensi lingkungan sebagai daerah
tropis membuka banyak peluang usaha di bidang pertanian, baik pada industri
budi daya tanaman maupun industri pengolahannya. Banyak komoditi-komoditi unggulan pertanian
maupun komoditi-komoditi potensial yang berkembang di Indonesia seperti tanaman
sagu. Salah satu daerah penghasil sagu di Indonesia adalah Provinsi Sulawesi
Tenggara, namun sebagian besar penduduk Sulawesi tenggara masih mengkonsumsi
sagu secara subsisten. Kurangnya
industri pengolahan sagu di Sulawesi tenggara menyebabkan sebagian besar sagu
hanya dijual dalam bentuk mentah atau tidak melakukan penambahan nilai (Added Value).
2.2 Potensi Sumber Daya dan Peluang
Tanaman
sagu merupakan tanaman yang sangat cocok tumbuh pada wilayah daratan rendah dan
rawa-rawa. Salah satu wilayah yang
banyak memproduksi sagu yaitu Provinsi Sulawesi Tenggara. Daerah-daerah yang banyak memproduksi sagu
yaitu terletak pada daerah kabupaten konawe, kabupaten konawe selatan,
kabupaten kolaka, kabupaten kolaka timur, kabupaten kolaka utara, kabupaten
kolaka dan kota kendari. Sagu merupakan
tanaman perkebunan unggulan Sulawesi tenggara setelah coklat, kelapa, mete,
nilam, dan cengkeh. Setiap tahunya produksi sagu di daerah ini cukup berlimpah,
sehingga tidak heran banyak masyarakat yang menjadikan sagu sebagai makanan
pokoknya. Jumlah produksi sagu di Provinsi Sulawesi Tenggara dapat dilihat pada
Tabel 1 berikut.
Tabel 1.
Produksi Tanaman Sagu/Sagu Palm di Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara (Ton)
No.
|
Tahun
|
Produksi
(Ton)
|
1
|
2009
|
4.923
|
2
|
2010
|
6.165
|
3
|
2011
|
4.877
|
4
|
2012
|
4.977
|
5
|
2013
|
6.327
|
BPS Sulawesi Tenggara, 2014
A. Bahan
Baku
Produk
yang akan kami tawarkan dalam usaha kedai sagu beraneka ragam, namun original
produk yang saya tawarkan adalah Lanta Sagu dan Kebab Sagu. Semua produk yang
saya tawarkan berbahan dasar tepung sagu. Tepung sagu dan bahan lainnya seperti sayuran,
gula merah, keju, coklat dan saos sambal saya dapatkan di pasar tradisional
terdekat seperti Pasar Andonuhu dan pasar tradisional lainnya, yang terdapat di
Kota Kendari. Selain pasar tradisional,
alternatif tempat perolehan tepung sagu didapatkan di tempat produsen sagu
secara langsung, yaitu di daerah Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan dan
sekitarnya. Bahan baku dapat diperoleh secara kontiniu
karena banyaknya daerah penghasil sagu di Provinsi Sulawesi Tenggara. Mutu tepung sagu dan bahan lainnya dapat
mempengaruhi kualitas produk, sehingga tepung sagu dan bahan lainnya haruslah
dalam keadaan yang baik atau belum mengalami masa pembusukan (balky).
B. Peralatan
Saat ini peralatan yang telah dimiliki yaitu
beruapa alat masak seperti kompor sejumlah satu buah, wajan satu buah, spatula
satu buah, loyang tiga buah, sendok satu lusin, dan sejumlah peralatan masak
lainnya. Untuk kedepan alat yang perlu
untuk diadakan dalam usaha kedai ini yaitu berupa printer kemasan, dan
penambahan jumlah alat masak. Investasi
awal usaha kedai sagu membutuhkan gerobak makanan, payung hiasan, dan tempat
usaha. Kedepan saya berharap kedai sagu
yang kami bangun memiliki furnitur hiasan dari tanaman sagu untuk menambah
keunikkan dari kedai sagu ini.
C.
Terkait
dengan jumlah sumber daya manusia atau karyawan, tergantung pada jumlah
mahasiswa atau anggota IAAS yang mau ikut mebantu. Usaha yang saya lakukan untuk tahap awal hanya
akan mengambil karyawan lepas dengan gaji sesuai dengan pendapatan dan waktu
kerjanya.
Menurut
Wikipedia Indonesia (2014), keunikan atau keunggulan yang terdapat dalam produk
usaha juga turut menentukan jumlah konsumen produk yang ditawarkan. Keunggulan usaha ini bukan hanya terletak pada
produk lanta sagu dan kebab sagu yang belum pernah di tawarkan dipasaran,
selain itu keunggulan atau keunikan usaha ini terletak pada bentuk kedai yang
menarik. Bentuk kedai yang dihiasi dengan berbagai kreatifitas berbahan dasar
tanaman sagu, akan menarik masyarakat untuk datang dan mencoba produk yang kami
tawarkan. Lanta merupakan makanan khas
suku muna yang terbuat dari sagu yang telah dicampur dengan kelapa parut yang
disangrai dan diisi gula merah. Banyak masyarakat yang menggemari lanta sebagai
makanan cemilan rumahan namun belum ada yang menjajakannya. Kebab sagu merupakan inovasi makanan hasil
kombinasi lanta dan kebab yang berasal dari Negara timur tengah. Kebab sagu juga terbuat dari sagu yang telah
disangrai menyerupai dadar yang kemudian diisi dengan sayuran, naget, saos, dan
telur dadar. Produk lanta dan kebab sagu
sangat enak dan mempunyai harga yang terjamin untuk semua kalangan. Produk lanta dan kebab sagu juga delengkapi
dengan bentuk dan desain gambar yang menarik karena menggunakan aplikasi
photoshope dan desain kemasan yang ramah lingkungan. Kegiatan produksi
termaksuk proses pengemasan produk menggunakan alat yang sederhana. Alat-alat
yang digunakan untuk memproduksi lanta dan kebab sagu menggunakan alat masak
sebagaimana biasanya seperti wajan spatula, kompor, dan alat-alat masak
lainnya.
Kegiatan
produksi sampai pada pemasaran dilakukan dengan menjajahkan produk secara
langsung kepada konsumen serta menggunakan sistem pesan antar melalui jaringan
sosial dan pesan pada nomor handphope usaha. Terdapat suatu yang menarik dari
kegitan pemasaran dan pelayanan konsumen, yaitu terdapat pada bahasa dan
pakaian yang dipakai menggunakan baju seragam berwarna hijau untuk semua
karyawan dan selain menggunakan bahasa Indonesia proses pelayanan juga
menggunakan bahasa asing seperti bahasa korea dan bahasa inggris. Hal ini
dibuat untuk menambah keunikkan dari kedai sagu saya. Berbagai keunikan usaha kedai sagu ini akan
menambah peluang suksesnya usaha ini.
2.3
Suatu usaha membutuhkan tindak analisis
kelayakan agar dalam penetapan keputusan benar-bener menjadi keputusan yang
dapat menghasilkan profit yang besar. Salah
satu alat analisis yang dapat digunakan dalam membuka suatu usaha yaitu
analisis kelayakan ekonomi. Alat
analisis kelayakan ekonomi diperoleh dengan membandingkan total pendapatan yang
diperoleh dengan total biaya yan dikeluarkan, atau yang biasa disebut dengan
analisis kelayakan Benefit per Cost Ratio
(B/C Ratio). Analisis kelayakan usaha
lanta dan kebab sagu dapat dilihat pada tabel 2.
Tabel 2.
Analisis Kelayakan Ekonomi Usaha Lanta dan Kebab Sagu Selama Enam Bulan ke
Depan
Pendapata/biaya
= 40.800.000 = 2, 17
18.800.000
|
BAB 3. METODE PELAKSANAAN
Gambar 1. Bagan Metode
Pelaksanaan
Diskusi Tim dan
Pembimbing
Salah satu pencapaian keberhasilan dalam
suatu usaha ditentukan oleh komunikasi, diskusi, dan kerjasama yang dibangun
antara tim dan juga pembimbing. Diskusi
antara tim dan dosen pembimbing perlu dilakukan sejak awal hingga akhir
kegiatan. Hal ini dimaksudkan agar usaha yang dilakukan mendapatkan arahan dan
bimbingan sehingga menjadi lebih baik.
Tahap
Persiapan
Sebelum
masuk ke tahap pelaksanaan atau produksi maka dalam sebuah usaha, haruslah ada tahap
persiapan. Hal-hal yang perlu
dipersiapkan yaitu pembelian alat dan bahan,
pemesanan bahan baku.
Tahap
Pelaksanaan
Setelah
dilakukan persiapan yang matang, maka langkah selanjutnya adalah tahap
pelaksanaan. Tahap pelaksanaan meliputi
pembuatan makanan lanta dan kebab sagu. Lanta sagu dan kebab sagu
memiliki proses produksi yang sangat mudah. Adapun proses produksi lanta sagu yaitu
sebagai berikut:
a.
9
|
b.
Mencampurkan
tepung sagu dengan kelapa yang telah diparut terlebih dahulu, kemudian campuran
tersebut disangrai dengan cara dilebarkan seperti dadar.
c.
Setelah
disangrai, di atas dadar sagu tersebut diisi dengan gula merah atau keju,
kemudian menggulungnya seperti dadar pada biasanya.
Proses kebab sagu memiliki cara yang tidak berbeda
jauh dengan lanta sagu. Lanta sagu yang
telah disangrai dilapisi dengan naget ikan, sayuran dan mayonais atau saos
sambal, sesuai dengan selera konsumen. Produk lanta sagu dan kebab sagu kemudian
dibungkus dengan kemasan yang menarik.
Tahap
Pemasaran
Produk lanta sagu sangat cocok untuk berbagai
kalang baik siswa, mahasiswa, maupun seluruh masyarakat. Hal ini disebabkan karena lanta sagu sangat
cocok menjadi bekal dan cemilan. Harga
lanta dan kebab sagu yang murah juga mendukung luasnya potensi pasar atau
jumlah klien. Harga produk lanta sagu
yaitu Rp 3.500 per buah, sedangkan harga kebab sagu yaitu Rp 6.500 per buah. Teknik pemasaran lanta sagu yaitu dengan
menawarkannya secara langsung di kedai sagu yang kami buat, serta melakukan
promosi pada media sosial dan pamphlet usaha. Pemasaran produk juga kami lakukan dengan cara
pesan antar sehingga memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi para konsumen.
Evaluasi
Dalam
usaha makanan lanta dan kebab sagu ini akan dilakukan evaluasi pada saat proses
produksi dan pemasaran berakhir yang
dilakukan setiap dua minggu sekali, sehingga dapat diketahui kemajuan dan
perkembangan usaha yang dilakukan.
Pelaporan
Setelah
kegiatan usaha berjalan, maka perlu adanya pelaporan. Bahwa usaha berjalan
secara efektif dan efisien sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dalam
kegiatan usaha makanan lanta dan kenbab sagu. Pelaporan dilakukan pada saat
bulan ke-3 setelah proses evaluasi dilakukan.
10
|
4.1 Anggaran Biaya
No.
|
Jenis Pengeluaran
|
Biaya (Rp)
|
1.
|
Peralatan
Penunjang (30%)
|
3.750.000
|
2.
|
Bahan
Habis Pakai (50%)
|
6.250.000
|
3.
|
Perjalanan
(10%)
|
1.250.000
|
4.
|
Lain-lain
(10%)
|
1.250.000
|
Jumlah
|
12.500.000
|
|
4.2 Jadwal Kegiatan
No.
|
Jenis Kegiatan
|
Bulan
|
|||||||||||
I
|
II
|
III
|
|||||||||||
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
||
1.
|
Diskusi
Tim dan Pembimbing
|
||||||||||||
2.
|
Survei
Alat Dan Bahan
|
||||||||||||
3.
|
Persiapan
Alat dan Bahan Baku
|
||||||||||||
4.
|
Desain
Kemasan, Spanduk, dan Pamflet
|
||||||||||||
5.
|
Pembuatan
dan Pemasaran Produk
|
||||||||||||
6.
|
Evaluasi
|
||||||||||||
7.
|
Pelaporan
|
||||||||||||
Lampiran
1. Biodata Ketua, Anggota dan Dosen Pembimbing
Lampiran
2. Justifikasi Anggaran Kegiatan
Material
|
Justifikasi Pemakaian
|
Kuantitas
|
Harga Satuan (Rp)
|
Jumlah (RP)
|
Gerobak
Makanan
|
Umur ekonomis 8 tahun
|
1 buah
|
2.000.000
|
2.000.000
|
Peralatan
masak
|
Umur ekonomis 5 tahun
|
1 paket
|
800.000
|
800.000
|
Peralatan
makanan
|
Umur ekonomis 5 tahun
|
1 paket
|
300.000
|
300.000
|
Purniture
pendukung
|
Umur ekonomis 7 tahun
|
1 paket
|
650.000
|
650.000
|
SUB TOTAL (Rp)
|
3750000
|
|||
2.
Bahan Habis Pakai
|
||||
Sagu
|
3 bulan
|
200 kg
|
3.600
|
720.000
|
Gula
merah
|
3 bulan
|
10 kg
|
15.000
|
150.000
|
Sayuran
|
3 bulan
|
35 kg
|
10.000
|
350.000
|
Terigu
|
3 bulan
|
20 kg
|
8.000
|
160.000
|
Saos
sambal
|
3 bulan
|
15 botol (dalam 340 ml)
|
12.000
|
180.000
|
Cabai
|
3 bulan
|
5 kg
|
25.000
|
125.000
|
Merica
|
3 bulan
|
1 kg
|
70.000
|
70.000
|
Tepung
panir
|
3 bulan
|
6 kg
|
37.500
|
225.000
|
Bawang
putih
|
3 bulan
|
5 kg
|
15.000
|
75.000
|
Bawang
merah
|
3 bulan
|
5 kg
|
20.000
|
100.000
|
Bahan
bakar
|
3 bulan
|
60 liter
|
10.000
|
600.000
|
Minyak
goreng
|
3 bulan
|
50 liter
|
11.000
|
550.000
|
Garam
|
3 bulan
|
5 kg
|
5.000
|
25.000
|
Penyedap
rasa
|
3 bulan
|
1 pak
|
20.000
|
20.000
|
Daging
ikan
|
3 bulan
|
100 kg
|
20.000
|
2.000.000
|
Kelapa
(kg)
|
3 bulan
|
100 buah
|
3.500
|
350.000
|
Telur
|
3 bulan
|
10 rak
|
35.000
|
350.000
|
Dos
kemasan
|
3 bulan
|
8 pak (isi 100 dos)
|
20.000
|
200.000
|
SUB TOTAL (Rp).
|
6.250.000
|
|||
Lanjutan
lampiran 2…
3. Perjalanan
|
||||
Material
|
Justifikasi Pemakaian
|
Kuantitas
|
Harga Satuan (Rp)
|
Jumlah (RP)
|
Transportasi
ke tempat usaha
|
6 bulan
|
150 kali pulang balik
|
2.000
|
300.000
|
Transportasi
ke tempat petani sagu
|
6 bulan
|
50 kali pulang balik
|
10.200
|
510.000
|
Transportasi
pasar
|
6 bulan
|
50 kali pulang balik
|
88.000
|
440.000
|
SUB TOTAL (Rp)
|
1.250.000
|
|||
4.
lain-lain
|
||||
Kamera
|
Umur ekonomis 4 tahun
|
1 buah
|
1.000.000
|
1.000.000
|
Spanduk
usaha
|
Umur ekonomis 2 tahun
|
1 buah (1 m × 0.5 m)
|
45.000
|
45.000
|
Pamflet
usaha
|
Satu kali pemakaian
|
21 lembar
|
5.000
|
105.000
|
Laporan
|
6 bulan
|
5 rangkap
|
50.000
|
50.000
|
ATK
|
3 bulan
|
1 paket
|
50.000
|
50.000
|
SUB TOTAL (Rp)
|
1.250.000
|
|||
Total (keseluruhan)
|
12.500.000
|
|||
Lampiran
3. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan
Pembagian Tugas
No.
|
Nama / NIM
|
Program Studi
|
Bidang Ilmu
|
Alokasi Waktu (jam/minggu)
|
Uraian Tugas
|
|
1
|
La Ode Abdul Asis
Hasidu
|
Agribisnis
|
Agribisnis
|
60
|
a. Mengkoordinir sega proses poduksi, pemasaran,
dan pelaporan usaha.
b. Membeli input atau bahan-bahan pembuatan lanta
dan kebab sagu.
c. Memproduksi lanta dan kebab sagu di rumah
produksi.
d. Menjual lanta dan kebab sagu.
e. Mencatat rekapitulasi usaha makanan lanta dan
kebab sagu.
f. Menyusun laporan perkembangan usaha.
|
|
2
|
Yuyun Afrianto
|
Sosiologi
|
Sosial
|
60
|
a. Membantu membeli input atau bahan-bahan
pembuatan lanta dan kebab sagu.
b. Membantu memproduksi lanta dan kebab sagu di
rumah produksi.
c. Membantu menjual lanta dan kebab sagu.
d. Membantu menyusun laporan perkembangan usaha.
e. Membantu
merekapitulasi dana usaha.
|
|
Lanjutan lampiran 3…
|
||||||
No.
|
Nama / NIM
|
Program Studi
|
Bidang Ilmu
|
Alokasi Waktu (jam/minggu)
|
Uraian Tugas
|
|
3
|
Erna
|
Agribisnis
|
Agribisnis
|
24
|
a. Memproduksi lanta dan kebab sagu di rumah
produksi.
b. Menjual lanta dan kebab sagu.
|
|
4
|
Ahmad Saltin
|
Budidaya Perairan
|
Perikanan
|
24
|
a. Menyusun laporan perkembangan usaha.
b. Megadakan infrastruktur usaha seperti spanduk,
gerobak, kursi, meja, dan lain-lain.
|
|
5
|
La Ode Muhammad Arjuna Ruslan
|
Agribisnis
|
Agribisnis
|
60
|
a. Memproduksi lanta dan kebab sagu di rumah
produksi.
b. Menjual lanta dan kebab sagu.
c. Menyusun laporan perkembangan usaha.
|
|
Lampiran
4. Surat Pernyataan Ketua Kegiatan
Langganan:
Postingan (Atom)
